AKU TUHANMU YANG PALING TINGGI

AKU TUHANMU YANG PALING TINGGI…
akhirnya ucapan itu meluncur melalui lisan fir’aun dalam folemik yang berkepanjangan dengan Musa, logika fir’aun tidak bisa menerima semua argumentasi Musa, walaupun Musa akhirnya harus menunjukkan mukjizat tongkat menjadi ular dan tangan yang bercahaya…
AKAL…disinilah sumber petaka dan nikmat prinsip akal dalam bekerja adalah rasionalitas (masuk akal), sesuatu yang bisa diterima akal sangat tergantung dengan seberapa banyak informasi yang akal terima makin sedikit info (ilmu) makin sembrono akal dalam menentukan memasukkan berbagai informasi (belajar) sesungguhnya sedang melatih akal untuk berfikir sebelum bertindak karena itu wajib belajar 9 tahun pemerintah adalah keputusan yang bijak walaupun sebetulnya dalam agama kita wajib belajar itu dari buaian sampai ke liang kubur karena itu juga di kota penduduknya lebih rasional dibanding didesa yang akhirnya terjebak pada tradisionalitas (berbagai adat istiadat yang tak terjelaskan secara logis)
Juga Ibrahim as berada pada urutan tertinggi dalam posisi kenabian karena proses keimanannya yang memakai akal, karena potensi akal dapat menuntun kita mengikuti jejak firaun maka akal harus dibuat hina dibuatlah program sujud, sebuah proses menempatkan posisi otak (akal) yang tinggi ketempat terendah sambil mengucapkan “maha suci tuhanku lagi maha tinggi” 
lihat, kita merendahkan akal sambil meninggikan Allah sujud bukan perkara ringan
kasus pengusiran Iblis juga karena kasus sujud, siapa yang meremehkanya maka dia sangat dekat posisinya dengan kekafiran. 
wallahualam…..

By: guru merpati

Scroll to Top