Generasi Pendidikan Ramah Teknologi

Zaman Milenial memaksa kita untuk berbaur dengan teknologi, semua lini kehidupan zaman ini tak lepas dari teknologi, mulai dari bayar pajak online, pesan makanan online, Shoping pesan barang antar negara online bahkan sampai pada dunia pendidikanpun tak bisa lari dari sistem online (Teknologi) tahun 90 an mungkin kita tak bisa membayangkan sistem pendidikan tanpa tatap muka (daring), siswa dan guru berada dirumah masing-masing (tempat yang berbeda) namun mereka saling berkumunikasi untuk tranfer ilmu, namun di zaman Milenial ini tranfer ilmu sudah tak zaman kalau hanya tatap muka, dengan kecanggihan teknologi tranfer ilmu tetap dapat dilakukan. Inilah zaman dimana manusia yang kreatif ia akan mengetahui segala hal hanya dengan bermodalkan smart Phone dan Internet, Fiki Naki dapat menguasai beberapa bahasa asing hanya dengan belajar online hingga kini dia menjadi Youtuber yang Viral.

Zaman teknologi seperti sekarang ini adalah zaman orang-orang yang kreatif dan imaginatif jika tidak maka ia akan tertinggal dan hanyut oleh arus teknologi. Siapa yang hanyut oleh arus teknologi ini ? mereka adalah hanya para penikmat teknologi bukan para pemanfaat teknologi yang muncul, misalkan bermunculnya game yang tak terbendung, hal ini bagi orang hanyut dalam arus teknologi dia hanya penikmat game saja, dia menghabiskan waktu hanya untuk bermain game namun tidak pernah berfikir bagaimana game dapat meneruskan bahkan mensukseskan kehidupan the future.

Tak pernah terlintas bahwa game dapat menghasilkan uang, game dapat membawa kita travelling keberbagai negara misalakan untuk mengikuti lomba seperti 2 Tim asal indonesia lolos ke Grand Finals PUBG Mobile Global Championship (PMGC).

Bagi para penikmat yang hanyut oleh arus teknologi permasalahan mereka adalah belum mengerti bagaimana cara menggunakan teknologi yang ia miliki, Handphon dengan harga 3 juta keatas atau komputer/laptop dengan harga belasan juta namun sayang benda tersebut hanya digunakan sebagai alat menghabiskan waktu namun tak terselipkan kemanfaatan yang lebih menguntungkan dari teknologi yang dimiliki.

Dari sinilah kami merancang ponpes ramah Teknologi, berharap dari hasil pendidikan ini mereka paham bagaimana menggunakan teknologi yang bijak, handphon tidak hanya digunakan untuk bermain game (karena rata-rata anak sekarang bermain game), namun handphon bisa dijadikan media ilmu, media silaturahim bahkan handphon bisa menghasilkan uang, begitu juga dengan komputer/laptop, pepatah mengatakan ; “Jika Hendak Mengenal Dunia, MAKA membacalah! Jika Hendak dikenal Dunia MAKA Menulislah!” Zaman milenial ini semua isi ungkapan tersebut bisa dilakukan dengan Komputer dan Handphon bahkan muncul kata-kata dengan handphon engakau bisa menggenggam dunia. Tantangan dunia pendidikan dalam melesatnya teknologi sekarang ini adalah bagaimana mendewasakan peserta didik dalam menggunakan teknologi tersebut, inilah yang akan kita gulirkan dalam sistem pendidikan “Ramah Teknologi”.

Sistem pendidikan dalam menguasai Teknologi yang kami kembangkan ada yang secara terstrucktur ada yang tidak terstrucktur, tidak terstrucktur karena terkadang menghikuti teknologi yang berkembang pada zamannya. secara terstrucktur sebagai berikut :

Target pencapaian dalam 6 tahun pendidikan tentang Teknologi

  1. Mengetik 10 jari
  2. Mocrosof Office Word (Materi: Pemula dan Berbasis Administrasi dunia Kerja)
  3. Mocrosof Office PowerPoint (Materi : Pemula dan Berbasis Slide Persentasi pada dunia Kerja)
  4. Mocrosof Office Excel (Materi: Pemula dan Berbasis Administrasi dunia Kerja)
  5. CorelDraw (Materi: Pemula dan Berbasis Percetakan)
  6. PhotoShop (Materi: Pemula dan Berbasis Percetakan)
  7. Website (Materi : 1. Blog, 2. Website) ->Setiap Santri Lulusan Ponpes Ujanmas Wajib Memiliki Website Sendiri
  8. Jaringan (Materi: Pemula, membuat Rancangan jaringan di Kelas/di rumah sendiri)
  9. Teknisi Laptop/Komputer (Service, Instalsi)

Ektrakurikuler :
1. Youtuber
2. Entrepreneur berbasis Online
3. Marketing Bisnis Online

Scroll to Top